Tau gambari diatas ini? Ya, betul banget! Namanya hidroponik.
Artikel saya kali ini akan membahas tentang hidroponik. Selamat membaca!
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa
menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi
tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air
pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi
cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.
Hidroponik berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air
dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture
atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman
yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau
soilless.
§
Macam – macam Hidroponik
a.
Static solution culture
(kultur air statis)
Static solution culture memiliki pengertian budidaya hidroponik
dengan air statis yang mana airnya diam dan tidak mengalir, merupakan teknik
hidroponik yang akarnya secara terus-menerus akarnya tercelup air yang
diletakkan pada wadah berisi larutan nutrient.
b.
Continuous-flow solution
culture
Contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
c.
Aeroponics
Aeroponik merupakan sistem yang akarnya secara berkala dibasahi
dengan butiran-butiran larutan nutrien yang halus (seperti kabut). Metode ini
tidak memerlukan media dan memerlukan tanaman yang tumbuh dengan akar yang
menggantung di udara atau pertumbuhan ruang yang luas yang secara berkala, akar
dibasahi dengan kabut halus dari larutan nutrisi. Aerasi secara sempurna
merupakan kelebihan utama dari aeroponik.
d.
Passive sub-irrigation
e.
Ebb and flow atau flood and
drain sub-irrigation
f.
Run to waste
g.
Deep water culture
h.
Bubbleponics
i.
Bioponic
§
Media Tanam
Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur
hara yang berfungsi sebagai buffer
dan penyangga tanaman. Beberapa contoh diantaranya adalah:
1.
Arang sekam
2.
Spons
3.
Expanded clay
4.
Rockwool
5.
Sabut (Coir)
6.
Perlite
7.
Batu apung (Pumice)
8.
Vermiculite
9.
Pasir
10. Kerikil
11.
Serbuk kayu atau disebut
serbuk gergaji
§
Keuntungan menggunakan
teknik Hidroponik
1.
Tidak membutuhkan tanah
2.
Air akan terus bersirkulasi
di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misal disirkulasikan
ke akuarium
3.
Mudah dalam pengendalian
nutrisi sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien
4.
Relatif tidak menghasilkan
polusi nutrisi ke lingkungan
5.
Memberikan hasil yang lebih
banyak
6.
Mudah dalam memanen hasil
7.
Steril dan bersih
8.
Bebas dari tumbuhan
pengganggu
9.
Media tanam dapat dilakukan
selama bertahun-tahun
10.
Bebas dari tumbuhan
pengganggu/gulma
11.
Tanaman tumbuh lebih cepat
§
Kekurangan dari Hidroponik
1.
modal awal yang relatip
mahal
2.
ketersediaan dan
pemeliharaan perangkat hidroponik agak sulit,
3.
memerlukan keterampilan
khusus untuk meramu bahan kimia serta investasi awal yang mahal.
Itu dia sedikit ulasan tentang hidroponik, semoga bermanfaat!
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik

Wah sepertinya cocok untuk di rumah rumah ya
BalasHapus