Minggu, 20 Maret 2016

Hidroponik



sumber : http://lmmartin.hubpages.com/hub/Visit-Kevin-Newells-Hydroponic-Organic-Vegetable-Farm

Tau gambari diatas ini? Ya, betul banget! Namanya hidroponik. Artikel saya kali ini akan membahas tentang hidroponik. Selamat membaca!


Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.
Hidroponik berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.
§    Macam – macam Hidroponik
a.     Static solution culture (kultur air statis)
Static solution culture memiliki pengertian budidaya hidroponik dengan air statis yang mana airnya diam dan tidak mengalir, merupakan teknik hidroponik yang akarnya secara terus-menerus akarnya tercelup air yang diletakkan pada wadah berisi larutan nutrient.

b.     Continuous-flow solution culture
Contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
c.      Aeroponics
Aeroponik merupakan sistem yang akarnya secara berkala dibasahi dengan butiran-butiran larutan nutrien yang halus (seperti kabut). Metode ini tidak memerlukan media dan memerlukan tanaman yang tumbuh dengan akar yang menggantung di udara atau pertumbuhan ruang yang luas yang secara berkala, akar dibasahi dengan kabut halus dari larutan nutrisi. Aerasi secara sempurna merupakan kelebihan utama dari aeroponik.

d.     Passive sub-irrigation
e.      Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
f.      Run to waste
g.     Deep water culture
h.     Bubbleponics
i.        Bioponic

§    Media Tanam
Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara yang berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh diantaranya adalah:


1.       Arang sekam
2.     Spons
3.     Expanded clay
4.     Rockwool
5.     Sabut (Coir)
6.    Perlite
7.      Batu apung (Pumice)
8.    Vermiculite
9.    Pasir
10.  Kerikil
11.    Serbuk kayu atau disebut serbuk gergaji



§    Keuntungan menggunakan teknik Hidroponik


1.       Tidak membutuhkan tanah
2.     Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misal disirkulasikan ke akuarium
3.     Mudah dalam pengendalian nutrisi sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien
4.     Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
5.     Memberikan hasil yang lebih banyak
6.    Mudah dalam memanen hasil
7.      Steril dan bersih
8.    Bebas dari tumbuhan pengganggu
9.    Media tanam dapat dilakukan selama bertahun-tahun
10.  Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
11.    Tanaman tumbuh lebih cepat



§    Kekurangan dari Hidroponik
1.       modal awal yang relatip mahal
2.     ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik agak sulit,
3.     memerlukan keterampilan khusus untuk meramu bahan kimia serta investasi awal yang mahal.


Itu dia sedikit ulasan tentang hidroponik, semoga bermanfaat!

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik

1 komentar: